Sajak membalutku dalam gemilang
Terpeson aku oleh mahligai
Tapak jejak ini mengisahkan
Berlambang anggun menyiratkan
Itupun misteri
Ketika zuriat meneteskan air mata
Tak tampak bara menghanguskan jiwa
Pedih perih
Bagai lembran kulit ini
Merobek tersayat duri
Lekuk kiasan wajah anggun mu
Menenggelamkan pada jurang terjalku
Mengapa.....
Mengapa kau mengait
Lembaran tapak yg usang lagi berdebu
Seperti ingin kembali bersinar
Seperti kiasan puisi puisi hari indahmu
Sirnaa
Waktu yg akan menjawab rasa percayamu
Bila zuriat pernah akan menantikan hadirmu
Hadir dalam detik terahir jejakku
Aku.....