Minggu, 24 September 2017

Bayang Semu

Ketika angin itu mulai mendesir
Tak jua angkat pergi dari sisi
Menengok sajak kemarin
Semu terbayang wajahmu

Mungkinkah.. angin sadari
Hembusannya akan memudar
Diterpa kesemuan..
Bayang yg tak terlihat

Bayang semu menakutiku
Menjamah relung hati
Mengores dinding hati
Menangis di pangkuanku

Cepatlah kau angin
Mendesir semilir mengiring
Menangis untuk bayangmu itu
Untuk seorang pendekar semu

Jumat, 26 Mei 2017

SAJAK

Sajak membalutku dalam gemilang

Terpeson aku oleh mahligai

Tapak jejak ini mengisahkan

Berlambang anggun menyiratkan

Itupun misteri

Ketika zuriat meneteskan air mata

Tak tampak bara menghanguskan jiwa

Pedih perih

Bagai lembran kulit ini

Merobek tersayat duri

Lekuk kiasan wajah anggun mu

Menenggelamkan pada jurang terjalku

Mengapa.....

Mengapa kau mengait

Lembaran tapak yg usang lagi berdebu

Seperti ingin kembali bersinar

Seperti kiasan puisi puisi hari indahmu

Sirnaa

Waktu yg akan menjawab rasa percayamu

Bila zuriat pernah akan menantikan hadirmu

Hadir dalam detik terahir jejakku

Aku.....

Dia

DIA  Sejak ku temukan Dan ku rasa Bila ini bukan hnya sekedar Tapi sebuah kenyataan Aku terlihat begitu bodoh Atas hal yg ku ketahui Bahwa t...