Ketika angin itu mulai mendesir
Tak jua angkat pergi dari sisi
Menengok sajak kemarin
Semu terbayang wajahmu
Mungkinkah.. angin sadari
Hembusannya akan memudar
Diterpa kesemuan..
Bayang yg tak terlihat
Bayang semu menakutiku
Menjamah relung hati
Mengores dinding hati
Menangis di pangkuanku
Cepatlah kau angin
Mendesir semilir mengiring
Menangis untuk bayangmu itu
Untuk seorang pendekar semu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar